KNOWLEDGE

KASUS REAKTIF COVID-19 MELONJAK, SATGAS KECEWA

ARSNewsy-, Kekhawatiran sebagian pihak atas lonjakan kasus positif Covid-19 pasca libur lebaran ternyata menjadi kenyataan yakni mencapai 8000 kasus per hari secara nasional.  Jumlah tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sejak Februari 2021. Peningkatan tersebut tak pelak membuat pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengaku kecewa. Rasa tidak puas tersebut diungkapkan langsung oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito yang menegaskan bahwa kondisi tersebut adalah peringatan keras bagi semua pihak.

Wiku Adisasmito meminta seluruh pihak melakukan evaluasi dan bersiap diri menghadapi kemungkinan kenaikan kasus yang lebih tinggi ke depannya. “Sangat disayangkan, kemarin untuk pertama kalinya kita kembali menyentuh angka kasus harian lebih dari 8.000”, ujarnya saat konferensi pers, di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Dijelaskannya juga bahwa kenaikan signifikant terjadi pada provinsi-provinsi di pulau Jawa. Di Jawa Tengah, kenaikan kasus dalam 10 hari terakhir ini bahkan mencapai 80 persen. Sedangkan angka keterisian tempat tidur alias Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi rumah sakit (RS) rujukan di daerah ini mencapai 66,89 persen.

Kemudian DKI Jakarta, mengalami kenaikan kasus yang paling signifikan. Dalam 10 hari, kenaikan kasus bahkan mencapai lebih dari 302 persen. Sedangkan angka BOR di provinsi ini mencapai 62,13 persen.

Sementara, di Jawa Barat tercatat adanya kenaikan kasus sebesar 49 persen dengan angka BOR sebesar 61,75 persen. Kemudian, di Jawa Timur, kenaikan kasus sebesar 89 persen dengan angka BOR mencapai 31,57 persen.

Lalu di Yogyakarta, kasus hariannya meningkat cukup tajam yaitu 107 persen dari yang sebelumnya hanya bertambah 219 kasus per hari. Namun, di tanggal 10 kemarin kasusnya bertambah 455 dalam 1 hari. BOR di Yogyakarta mencapai 54,38 persen. Terakhir, Banten, yang mengalami peningkatan kasus sebesar 57 persen dengan BOR sebesar 53,87 persen.

BACA JUGA :  MELANI SUBONO SEBUT ADA BANYAK PESAN MORAL DARI FILM TENTANG IBU

Ditambahkan oleh Wiku Adisasmito, kenaikan kasus juga terlihat di rumah sakit darurat Wisma Atlet Jakarta. Angka BOR per kemarin telah mencapai 67,05 persen. Selain melihat dari data angka BOR, indikator yang juga dilihat adalah banyaknya pasien yang masuk harian di Wisma Atlet.

“Hal ini dapat menggambarkan kegawatan yang terjadi karena semakin tinggi pasien harian yang masuk, maka semakin menunjukan kegawatan situasi”, wanti-wanti Wiku Adisasmito. (wem; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *