KNOWLEDGE

PEMROV DKI DIMINTA WASPADAI PENULARAN COVID-19 ASAL PEMUDIK SUMATERA

ARSNewsy-, Pemerintah Provinsi DKI dan sekitarnya diminta mewaspadai penyebaran Covid-19 yang berpotensi dibawa pemudik asal Sumatera dalam gelombang arus balik lebaran 2021. Peringatan tersebut merupakan lanjutan upaya mengantisipasi terjadinya terjadinya gelombang arus balik dari para pemudik khususnya yang berasal dari Sumatera menuju DKI Jakarta dan sekitarnya. Antisipasi dan peringatan tersebut disampaikan menyusul dibukanya arus perjalanan warga menuju ibu kota dari daerah sejak tanggal 18 Mei 2021 lalu.

“Pemerintah daerah harus paham bahwa sesuai Surat Edaran Nomor 13 sudah diberlakukan mandat ke petugas di daerah untuk rapid test 1×24 jam. Ini harus dilakukan dan kita masih harus bekerja lebih keras untuk mencegah dan mengatasi penularan Covid-19 di negara kita ini”, ujar Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta, Rabu (19/5/2021)

Pulau Sumatera dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena menurut data Satgas Penanganan Covid-19, hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera masuk ke dalam zona merah dan oranye Covid-19. Zona merah artinya berisiko tinggi menularkan virus corona, sementara zona oranye berisiko sedang.

Doni Monardo menegaskan agar jangan sampai ada keragu-raguan dari petugas di daerah dalam menegakkan aturan, mulai dari pemeriksaan hingga kewajiban antigen di setiap titik penyekatan.

Pada Selasa (18/5), Menteri Koordninator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memimpin rapat koordinasi (rakor) antisipasi arus balik dari Pulau Sumatera bersama para Kapolda, TNI, beserta Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB.

Pada kesempatan rakor yang dilakukan secara virtual itu, Menko PMK menyampaikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan, di antaranya potensi para pemudik yang tertular varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru seperti ada dari Afrika, Inggris, ataupun India”, pungkas Muhadjir Effendy. (wem; foto dok)

BACA JUGA :  60 PERSEN PENDUDUK INDONESIA DITARGET SUDAH TERIMA VAKSIN DOSIS PERTAMA BULAN INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *