ENTERTAINMENT

DALAM SINGLE DAN VIDEO KLIP SUDAH BIASA RIANI SOVANA DIDUKUNG PSIKOLOG KLINIS

JakartaARSNewsy-, Memulai karier di industri musik lewat album perdana Benang Merah (2004) membawa Riani Sovana sebagai nominator Penyanyi Alternative Terbaik AMI Award 2005. Kemudian Riani berduet dengan Sujiwo Tejo, menciptakan lagu Apa Adanya untuk album penyanyi Tere, dan mengisi vokal seriosa di lagu Patah Hati milik Ari Lasso.

Sempat bekerja sebagai jurnalis media dari tahun 2006 s/d 2015, dan tahun 2018 menjadi tahun kembalinya Riani Sovana aktif di dunia musik, dengan merilis album kedua Antagonis, mengusung dark-pop romantic sebagai identitas musiknya. Pada tahun 2020 ini perempuan kelahiran Surabaya ini kembali menghadirkan single terbaru berjudul Sudah Biasa.

“Setelah merilis single Aku Tak Setia yang berkolaborasi dengan Atiek CB, aku merilis single Sudah Biasa dan  It is the saddest song I’ve ever written”, ungkap Riani Sovana.

Single Sudah Biasa mengabil tema dengan melihat banyaknya kasus depresi dan percobaan bunuh diri, bahkan di lingkungan sekitar, yang sulit mendapatkan pertolongan. Riani Sovana sendiri merupakan penyintas self-harm dan percobaan bunuh diri lebih dari 10 tahun lalu. Dalam proses pengerjaan rekaman ini, Riani Sovana meminta ekstra waktu kepada produser musik untuk mempersiapkan kondisi mentalnya terlebih dahulu.

“Single Sudah Biasa menceritakan kondisi seseorang saat berada di titik terendah dalam hidupnya, di mana agar dapat bertahan, ia berusaha menguatkan diri dengan mengafirmasi bahwa semua prahara yang menimpanya itu sudah biasa”, ujar Riani Sovana.

Di single ini, Riani Sovana didukung oleh psikolog klinis Tara De Thouars yang tampil dalam video klip Sudah Biasa. Riani Sovana juga bersinergi dengan komunitas Into The Light untuk mengangkat awareness tentang depresi dan pencegahan bunuh diri sebagai isu yang mendesak untuk diperhatikan.

BACA JUGA :  MY LOVE MY ENEMY PERSEMBAHAN SCTV UNTUK PENGGEMAR SINETRON INDONESIA

Single Sudah Biasa rilis hari Jumat, tanggal 28 Februari 2020 di seluruh platform digital, dengan foto sampul karya fotografer Onne Amin. Sedangkan videoklipnya yang digarap oleh duo sutradara Agus Riady Saputra dan Fanfani  dirilis tanggal 6 Maret 2020. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *