ART & CULTURE

TATUNG CAP GO MEH

SingkawangARSNewsy,- Cap Go Meh merupakan rangkaian penutupan tahun baru, tiap tanggal 15 bulan pertama Imlek. Hari raya ini juga diartikan sebagai hari Siang Gwan, yakni hari yang pertama menyatakan sifat Maha Kasih. Kisah lain pada Dinasti Zhou, perayaan ini untuk mengingat para petani yang memasang lampion di sekeliling lahan agar tidak diserang hama.

Di Singkawang (dan sekitarnya), Cap Go Meh punya cerita lain. Ratusan tahun lalu, para penambang emas di Monterado berikut warganya tak punya fasilitas kesehatan, suatu saat wabah menyerang mereka, hanya kekuatan spiritual yang mereka andalkan. Para Sin Min atau Tatung atau Lauya turun ke jalan, ke luar masuk kampung diiringi gendang yang meriah. Mereka mencuci atau membersihkan kampung.

Tatung merupakan perantara atau media komunikasi antara dunia manusia dan dunia roh. Pada orang-orang yang bisa “ngobrol” dengan para Tatung, jika ditanyai, roh yang merasuki bisa menjawab dirinya berasal dari mana saja gunung, hutan, laut, leluhur, dan sebagainya. Berhari-hari mereka yang terpilih menyiapkan diri. Berpuasa dan melakukan apa yang diminta roh tersebut.

Ada 847 Tatung hadir dalam Cap Go Meh 2020 di Singkawang, masing-masing “dijaga” 40 kru selama rangkaian persiapan. (Yeni Mada

BACA JUGA :  KAMISKETSA GALNAS CAT AIR DALAM KARYA DKETSA, CAT AIR MILIK SEMUA ORANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *