KNOWLEDGE

SIWI WIDI PURWANTI TUNJUK ELZA SYARIF SEBAGAI KUASA HUKUM AJUKAN LAPORAN POLISI TERHADAP AKUN @DIGEEMBOK

JakartaARSNewsy-, Setelah terkuaknya kasus penyelundupan “Harley”dan “Brompton”, beberapa saat lalu yang cukup menyedot perhatian masyarakat, kemudian sebuah akun Twitter @digeeembok mulai meramaikan dunia maya atas thread twitter yang dibuatnya. Dimana akun tersebut mengungkap segala kejanggalan yang terjadi dalam tubuh management Maskapai Garuda Indonesia berdasarkan asumsi dan pandangannya.

Siwi Widi Purwanti Tunjuk Elza Syarif Sebagai Kuasa HukumPengunggahan thread tersebut mendapat respon yang cukup besar oleh pengguna media sosial khususnya Twitter hingga saat dimana pemilik akun menggunggah tulisan dalam akunnya yang pada pokoknya menyatakan bahwa Siwi Widi Purwanti merupakan salah satu dari beberapa pramugari yang menjadi “Gundik” atau istri simpanan para jajaran Direksi Garuda. Pencatutan nama Siwi Widi Purwanti atau yang lebih dikenal dengan nama Siwi Widi tersebut mengundang reaksi publik yang cukup besar khususnya pengguna akun media sosial twitter sehingga menjadi pokok bahasan dalam berbagai media online belakangan ini.

“Pemberitaan yang viral tersebut berdampak pada kehidupan pribadi Saya yang mulai terusik, baik dalam menjalankan kehidupan sehari-hari maupun menjalankan pekerjaan Saya sebagai pramugari. Bukan hanya Saya saja sendiri yang merasakan dampak dari pemberitaan yang tidak benar tersebut, namun pihak keluarga besar juga merasakan hal dan perlakuan yang sama seperti yang Saya alami”, ujar Siwi Widi Purwanti di dampingi oleh Elza Syarief.

Oleh sebab itu Siwi Widi Purwanti mempercayakan Elza Syarief LAW OFFICE, sebagai Kuasa Hukumnya, untuk mengajukan laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 310 KUHP Jo. Pasal 311 KUHP di Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya.

“Klien kami merasa terganggu akibat beredarnya informasi yang kebenarannya patut dipertanyakan tersebut. Hal ini merupakan buntut dari terkuaknya kasus penyelundupan “Harley” dan “Brompton” dalam penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara, yang saat ini telah dipecat oleh Menteri BUMN dari jabatannya”, ujar Elza Syarief mendampingi Siwi Widi Purwanti kepada awak media.

BACA JUGA :  TRI RISMAHARINI DAN MUHADJIR EFFENDY BERI DUKUNGAN MORIL DAN SANTUNAN AHLI WARIS KRI 402 NANGGALA

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 23 Desember 2019 kepada Elza Syarief LAW OFFICE, telah melaporkan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Siwi Widi Purwanti atas Pemilik akun Twitter @digeeembok dengan Laporan Polisi Nomor : LP/8420/XII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Elza Syarief menambahkan hahwa selain kliennya diisukan sebagai “Gundik” atau istri simpanan dari Direktur Human Capital, Heri Akhyar, juga dituduh mendapat perlakuan khusus sebagai Awak Kabin Garuda dibanding pramugari lainnya serta juga diisukan memperoleh kekayaan atau harta bersumber dari para jajaran Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Isu tersebut hanya sebatas asumsi subjektif dari pemilik akun twitter @digeeembok yang saat ini sedang merahasiakan jati dirinya sehingga hal tersebut sangat berbahya dan merugikan apabila tidak dilakukan klarifikasi.

Lebih lanjut berbagai media online baik nasional maupun lokal memberitakan hal terkait Kliennya tersebut tanpa pernah menganalisa kebenaran sumber berita yang dikutipnya. Bahwa pada pokoknya unggahan tulisan di twitter maupun postingan di akun istagram tersebut hanyalah sebuah gosip atau “kabar burung” yang tidak valid atau kebenarannya sangat patut dipertanyakan.

“Bahwa pemilik akun tersebut terus mengunggah atau memberitakan informasi yang tidak benar terhadap Klien Kami. Pemberitaan tersebut sama sekali tidak memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan atas apa yang telah dinyatakannya. Semuanya hanyalah sebatas asumsi dan opini subjektif dari pemilik akun tersebut”, tegas pengacara yang pernah menjabat sebagai Direktur Advokasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ini.

Siwi Widi Purwanti Bersama Elza SyarifElza Syarif mengatakan bahwa Siwi Widi Purwanti sebagai warga negara yang dilindungi haknya oleh hokum berhak mendapat perlindungan hukum atas pemberitaan yang tidak benar terhadap dirinya di media sosial oleh karena Pencemaran nama baik merupakan salah satu bentuk dari perbuatan melawan hukum. Oleh sebab itu dia menegaskan bahwa :

  1. SIWI WIDI PURWANTI TIDAK BENAR MENJADI SEORANG GUNDIK SALAH SATU DIREKTUR HUMAN CAPITAL BERNAMA HERI AHKYAR

Bahwa tidak ada bukti yang menguatkan isu terhadap Klien Kami yang menyatakan Klien Kami adalah “Gundik” atau istri simpanan Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Klien Kami hanyalah seorang pramugari biasa yang tidak memiliki hubungan spesial dengan direksi manapun terkhusus Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan Klien Kami hanya mengenal Sdr. Heri Akhyar sebagai atasanya sebagaimana tugas dan tanggung jawab Sdr. Heri Akhyar yang membawahi para Pramugari/Pramugara Garuda Indonesia.

BACA JUGA :  BUPATI KLUNGKUNG I NYOMAN SUWIRTA LAKUKAN INOVASI TANGANI KEMISKINAN DIKALA PANDEMI COVID-19

Bahwa isu atau penghinaan terhadap Klien Kami hanyalah sebuah pandangan subjektif dari pemilik akun tersebut yang mana isu tersebut tidak disertai dengan bukti yang kuat untuk mendukung kebenarannya. Fakta-fakta yang coba dihadirkan oleh pemilik akun Twitter @digeeembok yang pada pokoknya mengapa Klien Kami memiliki karir yang baik sebagai Pramugari di Maskapai Garuda Indonesia karena memiliki kekasih atau menjadi istri simpanan seorang Direksi Garuda Indonesia adalah fakta yang kebenarannya patut untuk diuji. Sehingga segala macam pemberitaan yang bersumber dari unggahan tulisan pada akun twitter @digeeembok adalah tidak benar dan sama sekali tidak berdasar.

  1. TIDAK BENAR SIWI WIDI PURWANTI MENDAPAT PERLAKUAN KHUSUS DARI MANAGEMENT GARUDA

Bahwa saat ini Klien Kami masih aktif sebagai Pramugari Maskapai Garuda Indonesia yang tetap bertugas sebagaimana yang dilakukan oleh pramugari lainnya. Dalam menjalankan pekerjaannya, Klien Kami sama sekali tidak mendapat perlakuan khusus sebagaimana yang diberitakan dalam akun twitter tersebut yang pada pokoknya menyatakan bahwa Klien Kami mendapat perlakuan istimewa bak seorang ratu dibanding pramugari lainnya. Tidak ada butki yang menguatkan tuduhan tersebut karena Klien Kami dalam menjalankan pekerjaannya hanya mengikuti segala rangkaian prosedur yang ditetapkan oleh pihak Manajemen Garuda Indonesia.

  1. MANAJEMEN GARUDA SELAMA INI MELAKUKAN PEREKRUTAN PRAMUGARI SESUAI DENGAN TATA CARA DAN PROSEDUR SERTA ATURAN YANG TELAH TERTUANG DALAM PERATURAN MASKAPAI GARUDA INDONESIA

Bahwa untuk menjadi Pramugari Maskapai Garuda Indonesia tidaklah mudah mengingat Klien Kami harus mengikuti tiga kali seleksi penerimaan. Diseleksi-seleksi sebelumnya Klien Kami mengalami kegagalan hingga dinyatakan berkompeten untuk menjadi seorang Pramugari Maskapai Garuda Indonesia sampai saat ini. Sangat tidak mudah bagi Klien Kami untuk menjadi Pramugari di Maskapai Garuda Indonesia meskipun sebelumnya Klien Kami telah berkarir sebagai Pramugari di salah salah satu maskapai tanah air. Sangat tidak mungkin Klien Kami dinyatakan berkompeten sebagai Pramugari Indonesia apabila Klien Kami tidak memenuhi segala kriteria penilaian mengingat Pramugari memiliki tugas dan tanggung jawab sangat penting dalam dunia penerbangan dan juga mengingat Maskapai Garuda Indonesia adalah maskapai terbaik kebanggaan Indonesia yang tentunya menuntut setiap pramugarinya bekerja lebih profesional dari pramugari maskapai lainnya. Tuduhan-tuduhan tersebut sangat tidak berdasar dan secara tidak langsung menyatakan bahwa proses perekrutan yang dilakukan oleh manajemen Garuda Indonesia sangat buruk karena untuk menjadi seorang pramugari di maskapai Garuda Indonesia hanya bermodal “kecantikan dan kibasan rambut” semata dan bukan lebih kepada kemampuan dan keterampilan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam persyaratan perekrutan.

  1. MOBIL MEWAH SIWI WIDI PURWANTI BUKANLAH PEMBERIAN DARI DIREKSI MAUPUN KOMISARIS PT GARUDA INDONESIA (PERSERO) Tbk.
BACA JUGA :  UNIVERSITAS PERWIRA PURBALINGGA SAMBUT MAHASISWA BARU SEGERA AWALI PERKULIAHAN 'LOKOMOTIF MEMAJUKAN BANGSA DAN NEGARA'

Bahwa Klien kami diisukan dan difitnah memperoleh kendaraan berupa mobil mewah  hasil dari pekerjaannya sebagai “Gundik” atau wanita simpanan seorang Direktur Human Capital Garuda Indonesia, Heri Akhyar. Kami tegaskan bahwa Klien Kami bukanlah “Gundik” atau wanita simpanan seorang Direktur Human Capital Garuda Indonesia,         Heri Akhyar, serta perolehan kendaraan berupa mobil mewah yang saat ini digunakan oleh Klien Kami jauh sebelum Klien Kami bertugas sebagai Pramugari Maskapai Garuda Indoensia. Akun twitter tersebut tidak dapat membuktikan dalil tuduhannya karena hanya sebatas asumsi atau gosip semata sedangkan pada faktanya baik mobil atau harta-harta lainnya yang dimiliki oleh Klien Kami saat ini bukan bersumber dari pemberian para jajaran Direksi maupun Komisari Garuda Indonesia, sehingga segala tuduhan tersebut hanya bersifat fitnah dan berupaya untuk menjatuhkan harkat dan martabat Klien Kami.

Segala pemberitaan yang dilakukan pemilik oleh akun twitter @digeeembok sangat tidak berdasar dan sepenuhnya adalah fitnah karena tidak ada bukti yang menguatkan segala dalil tuduhannya melainkan semua unggahan di akun twitter yang menyangkut diri Klien Kami tersebut hanya berupaya untuk mencemarkan nama baik Klien Kami mengingat kasus ini sudah mengarah kepada diskriminasi pribadi Klien Kami dan jelas juga berdampak pada keluarganya, maka kami selaku Kuasa Hukum wajib membantu dan meluruskan fakta yang sebenarnya, agar publik dapat menilai kebenaran yang sesunggunya. (rls; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *