KNOWLEDGE

TERLIBAT DALAM PERDAMAIAN DUNIA DOMPET DHUAFA LUNCURKAN JARINGAN GLOBAL DI 30 NEGARA DAN JADIKAN YOUTH FOR PEACE CAMP SEBAGAI MOMENTUM

JakartaARSNewsy-, Melalui Rangkaian Youth For Peace Camp 2019 sebuah Annual Event dari Dompet Dhuafa yang diselenggarakan pada tanggal 6-12 Desember 2019, dan dihadiri Sebanyak 30 aktivis muda dari 30 negara. Selain menyelenggarakan diskusi, agenda yang dilaksanakan adalah untuk anak-anak muda dari beberapa negara diseluruh dunia, dimana mereka submit Proposal Social Project kepada Dhompet Dhuafa, kemudian disaring dan di akhir agenda mereka yang tersaring akan mengimplementasikan Social Projectnya bekerjasama dengan Dhompet Dhuafa. Serta ikut partisipasi dalam Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of lndonesia Role on International Peacebuilding

drg. Imam Rulyawan. MARS Executive Director of Dompet Dhuafa“Di era 4.0 ini, Dompet Dhuafa meyakini bahwa banyak orang ingin terlibat dalam perdamaian dunia. Youth For Peace Camp 2019 adalah momentum utama dalam meningkatkan. Pada intinya Dompet Dhuafa merangkul seluruh negara untuk selalu membentang kebaikan dan menebarkan perdamaian di seluruh dunia”, ujar drg. Imam Rulyawan. MARS selaku Executive Director of Dompet Dhuafa di acara Dompet Dhuafa Global Network Launching di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/19).

Konflik berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi dan pencari suaka di Dunia. Banyak orang melarikan diri dari negara mereka untuk mencari tempat yang lebih aman dan lebih baik. “Krisis Pengungsi hingga Ke manusiaan” adalah berita utama di surat kabar di seluruh dunia. Komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. partisipasi tersebut merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Pada kesempatan yang sama Achsanul Habib Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik lndonesia mengatakan diplomasi kemanusiaan itu prioritas politik luar negeri Indonesia. Tidak hanya menggunakan potensi dan sumber daya yang ada dalam pemerintah tapi lebih penting dalam dunia mengedepankan aktor-aktor non pemerintah.

BACA JUGA :  BENARKAH SITUS PERAHU KUNO LAMBUR DAPAT MENGUAK SEJARAH PERADABAN KINGDOM OF ZABAG

“Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal ini Kemenlu dalam berbagai forum dan platform. Bicara tempat kita sudah bekerjasama di Palestina, Myanmar dan beberapa tempat yang membutuhkan bantuan. Dengan tantangan sekarang, aktor kemanusiaan non pemerintah seperti Dompet Dhuafa harus mengedepankan aktor diplomasi yang dilakukan tidak melalui proses yang unconditional lagi”, ujar Achsanul Habib.

Achsanul Habib Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik lndonesia

Menurut data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018, terdapat 70.8 juta orang terlantar di seluruh dunia, sekitar 29,8 juta adalah pengungsi dan hanya ada 92.400 pengungsi dipindahkan ke ketiga negara. Banyak pencari suaka mencoba untuk melintasi perbatasan seperti di Yunani untuk menjangkau negara-negara di Eropa. Beberapa dari mereka pergi ke tetangga mereka negara di Timur Tengah atau negara transit di Asia Tenggara. Dompet Dhuafa sangat memahami dinamisme dari dunia dengan terus menghadirkan perubahan generasi di dalamnya.

drg. Imam Rulyawan mengatakan bahwa Dompet Dhuafa (DD) dan UNHCR sudah bekerjasama di tiga hal. “Kerjasama ini meliput tiga hal yaitu School for refugee ( pengungsi -red), mengelola sekolah yang didedikasikan untuk refugee dari berbagi negara seperti Yaman, Palestina Myanmar, Bangladesh, Suriah, Afganistan yang mereka harus diperlakukan secara manusiawi. Kedua, pengobatan kepada refugee dengan RS yang dimiliki DD kami melayani pasien pasien yang berasal dari refugee tanpa mengambil biaya sepeserpun. Ketiga, memberikan bantuan makanan langsung satu hari satu kali di daerah Kalideres, Jakarta Barat. Singkat cerita dari tiga kerjasama tadi bisa berlangsung, berjalan karena kekuatan zakat, sedekah dan infak masyarakat Indonesia”, paparnya.

Pada acara Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on International Peacebuilding dihadiri sejumlah tokoh yakni Achsanul Habib sebagai Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik lndonesia, Abdus Sabur sebagai Co-Founder. Asian Moslem Action Network (AMAN), Wahfiudin Sakam sebagai Dewan Syariah Dompet Dhuafa dan Ahmad Nashrullah sebagai Program Officer For Humanitarian Affairs –ICRC, Ann Maymann (The Representative of UNHCR Indonesia), Cristy McLenann (The Representative of CARE Indonesia), Arief Syamsulaksana (The Representative of HUMIA TRUST NZ), Sakai Niho (Perwakilan dari Kedutaan Besar Jepang), serta tamu undangan perwakilan dari mitra strategis luar negeri dan peserta Youth For Peace Camp 2019.

BACA JUGA :  GERAKAN NASIONAL BANGGA BUATAN INDONESIA (BBI) 2021 DORONG PELAKU UMKM GO DIGITAL

Sebagai respon kemanusiaan, Dompet Dhuafa telah membantu penangangan ratusan orang etnis Rohingya yang terdampar di wilayah Langsa. Aceh sejak tahun 2015. Terdampar di perairan Indonesia. Para pencari suaka ini mendapat berbagai bantuan baik berupa logistik makanan dan layanan kesehatan yang merupakan amanah para donatur Dompet Dhuafa digulirkan. Selain kebutuhan pakan dan logistik, Dompet Dhuafa juga turut berkontribusi dalam pendidikan untuk pengungsi Rohingya yaitu melalui progam School for Refugees yang hadir untuk mengasah keterampilan bagi pengungsi Rohingya. Dompet Dhuafa membuat program ini untuk diterapkan di dua titik pengungsian yaitu Bayeun dan Langsa.

Youth For Peace Camp 2019

“Respon kemanusiaan Dompet Dhuafa tidak hanya di dalam negeri saja, namun telah dilakukan di beberapa negara yang tengah mengalami konflik kemanusiaan seperti di Gaza-Paiestina, Dompet Dhuafa juga mendistribusikan 500 paket makanan per harinya kepada anak-anak di negara tersebut dengan menggunakan mobil khusus layanan dapur umum. Hingga bencana alam maupun kemanusiaan Iainnya seperti Somalia. Nepal. Myanmar dan Filipina”, pungkas Imam Rulyawan. (tcs; foto lela)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *