KNOWLEDGE

DEWAS LPP TVRI MENONAKTIFKAN, HELMY YAHYA MENJAWAB TETAP DIREKTUR UTAMA LPP TVRI YANG SAH

JakartaARSNewsy-, Menjawab surat Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 24/DEWAS/ TVRI/ 2019 tertanggal 5 Desember, perihal Penyampaian Surat Keputusan Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019 yang intinya menyampaikan bahwa Dewan Pengawas menyatakan telah menonaktifkan atau membebastugaskan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama LPP TVRI Periode 2017 – 2022.

Direktur LPP TVRI Helmy YahyaDan Helmy Yahya selaku Direktur Utama LPP TVRI Periode 2017 – 2022 dalam suratnya bernomor 1582/ 11/ TVRI/ 2019 tertanggal 5 Desember 2019 tentang Tanggapan terhadap Surat Dewan Pengawas Nomor 24/DEWAS/ TVRI/ 2019 tentang SK Dewan Pengawas Nomor 3 Tahun 2019 menegaskan bahwa;

SK Dewan Pengawas No.3 Tahun 2019 tertanggal 4 Desember 2019 tersebut adalah Cacat Hukum dan Tidak Mendasar, sehingga dengan demikian SK tersebut Tidak Berlaku.

Dan berdasarkan Pasal 24 ayat (4) bahwa pemberhentian anggota Direksi sebelum habis masa jabatannya, apabila; Tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku; Terlibat dalam tindakan yang merugikan lembaga; Dipidana karena melakukan tindak pidana berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, atau ; Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.

“Padahal dasar rencana pemberhentian oleh Dewan Pengawas LPP TVRI tidak memenuhi salah satu pun poin diatas,” tegas Helmi Yahya dalam suratnya. Disamping tidak ada satu ayat pun dalam PP Nomor 13 Tahun 2005 yang menyatakan ‘Penonaktifan’ atau sejenisnya. Kalaupun ada pelanggaran Pasal 24 ayat (4) PP No.13 Tahun 2005, maka telah diatur dalam Pasal 24 ayat (5), ayat (6), dan ayat (7).

Ayat (5) berbunyi : Sebelum Keputusan Pemberhentian ditetapkan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a dan huruf b, yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri.

Ayat (6) berbunyi : Pembelaan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan secara tertulis dalam jangka waktu satu bulan terhitung sejak anggota dewan direksi yang bersangkutan diberi tahu secara tertulis oleh dewan pengawas tentang rencana pemberhentian tersebut.

BACA JUGA :  MINI ANNIVERSARY EDITION RAYAKAN 10 TAHUN MINI DI INDONESIA DAN MERIAHKAN GIIAS 2021

Ayat (7) berbunyi : Selama rencana pemberhentian sebagaimana dimaksud ayat (5) masih dalam proses, anggota dewan direksi yang bersangkutan dapat melanjutkan tugasnya.

Dengan seluruh poin tersebut diatas, Helmy Yahya secara tegas menyatakan masih tetap menjadi Direktur Utama LPP TVRI yang sah Periode 2017 – 2022, bersama lima anggota Direksi lainnya dan tetap akan menjalankan tugas tugasnya. (lela; foto dok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *