ART & CULTURE

Wayang Wong Thengul Episode: MBEBEDHAG KEBACUT TRESNO

JakartaARSNewsy,-

Sebelum membedah isi cerita pada episode tersebut di atas, maka ada baiknya mengetahui terlebih dulu apa itu Wayang Thengul. Wayang Thengul adalah kesenian wayang tradisional khas Kabupaten Bojonegoro.

Berbentuk tiga dimensi, mirip wayang golek. Namun yang membedakan adalah karakter dan juga cerita yang dibawakannya. Jika pada Wayang Golek lebih banyak yang mengangkat cerita dari Wayang Purwa seperti Mahabarata dan juga Ramayana. Namun Wayang Thengul banyak mengangkat cerita rakyat seperti halnya cerita Wayang Gedhog yaitu cerita kerajaan majapahit, cerita panji serta cerita para wali. Selain itu juga ada yang menceritakan cerita dari Serat Damarwulan.

Pada awalnya Wayang Thengul digunakan untuk mengamen dari desa satu ke desa lainnya. Seiring dengan perkembambangannya, Wayang Thengul ini mulai dikenal luas Masyarakat di Bojonegoro. Tak mengherankan jika pagelaran Wayang Thengul itu kerap dijumpai pada acara hajatan, nikahan maupun bersih desa.

Pada episode “Mbebedhag Kebacut Tresno” tersebut dikisahkan Raja Malowopati yakni Prabu Anglingdarma, pria lajang yang memiliki kegemaran berburu di hutan. Agar tak meresahkan rakyatnya, setiap kali berburu sang Raja melakukan penyamaran sebagai rakyat biasa. Namun sepandai-pandai tupai melompat sesekali gawal (gagal) juga. Begitupun dengan penyamaran yang dilakukan Prabu Anglingdarmo saat berburu di Hutan Untorosegoro. Di hutan tersebut, Raja bertemu dengan Batik Madrim dan Dewi Setyowati, putra Begawan Manik Sutro, seorang pandito di Untorosegoro.

Rupanya kecantikan Dewi Setyowati menghantarkan Sang Raja hingga ke Padepokan Untorosegoro. Penyamaran Sang Raja pun akhirnya terbongkar oleh Begawan Manik Sutro yang tak lain ayah dari Dewi Setyowati.

Sudah terlanjur basah, maka Sang Raja akhirnya meminang Dewi Setyowati untuk dijadikan permaisuri di Malowopati. Orang tua mana yang tak menyetujui putrinya dilamar seorang Raja.

BACA JUGA :  RAJA BULELENG BERI PENGHARGAAN ATAS DEDIKASI JERY BORNEO PUTRA ABDUL RASYID DAN NATASHA VINSKI

Dramatari ini disutradarai Adi Sutarto S.Pd. Tampil sebagai penata gerak Dias Kirana Komariah. S.Pd dan Nika Kusumawati S.Pd. Sedang penata Musik: Rudy Lestiono S.Sn. Dipentaskan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (28/7).

(Naskah diolah kembali oleh : Sapto Adiwiloso. FOTO: BONIS/WILS PRODUCTIONS.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *