ART & CULTURE

WANA KERTIH DI UBUD MONKEY FOREST

UbudARSNewsy,-

Wana Kertih yaitu upaya untuk melestarikan hutan,padat), Apah (zat cair), Teja (api), Bayu (zat udara), Akasa (eter) yang semua saling berkaitan satu dengan yang lain. Sebuah ritual yang bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan, menyadarkan adanya pentingya hutan.

 

Upacara Wana Kertih merupakan Upacara Bhuta Yadnya, bertujuan untuk mewujudkan bhuta hita yaitu mensejahterakan alam. Alam yang sejahtera adalah alam yang cantik atau harmonis. Dalam Sarasamuscayasloka 135 alam yang sejahtera (bhuta hita) adalah suatu syarat utama dan pertama untuk mewujudkan tujuan hidup mencapai dharma, artha, kamadan moksha.

Untuk menanamkan nilai spiritual kepada umat manusia agar memiliki wawasan kesemestaan alam, sebagai tempat tumpuan konsentrasi pada waktu berupacara atau sembahyang. Untuk mempertemukan atau menyatukan antara konsep yang abstrak dengan yang riil yaitu pertemuan antara sekala dan niskala. Karena upacara Wana Kertih itu tindakan langkah ritual.

Di dalam ritual ini disertai prosesi pelepasan berbagai satwa liar di dalam hutan seperti kijang, menjangan, musang, babi hutan,anjing ,kambing ,sapi, landak, klesih(trenggiling), ular piton, kura-kura, beraneka jenis unggas/burung, ikan, dan lain lain, juga di tanam berbagai jenis pohon.

Pepohonan yang ditanam dalam pelaksanaan upacara Wana Kertih adalah pohon beringin, kayu lamtoro gung, kayu enau, kayu randu, kayu jati, kayu mahoni, kayu kamper, kayu meranti, kayu akasia, kayu cemara, kayu dapdap, kayu cempaka, kayu albasi, bambu, dan rotan. Melalui penanaman pohon tersebut berfungsi untuk melestarikan alam, menjaga kelestarian hutan, menghindari hutan menjadi gundul. Hutan gundul merupakan pertanda akan terjadi kekeringan, kurangnya resapan air.

(WayAn ; foto dok

BACA JUGA :  FESTIVAL LENONG BETAWI 2019 BAMUS BETAWI MEMADUKAN LENONG DENES DAN LENONG PREMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *