ART & CULTURE

TARI BATIK CILACAP

JakartaARSNewsy,-

Memamerkan kain batik dalam format tari menjadi sesuatu yang eksotis. Kain batik sendiri merupakan produk budaya di suatu daerah. Hal itu pulalah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cilacap saat mengisi acara bertajuk “Pelangi Perbatasan” di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pekan lalu.

Sebagai wilayah perbatasan, Cilacap memiliki berbagai budaya yang khas dan unik. Salah satunya adalah budaya membatik. Ciri khas batik Cilacap adalah mempunyai pilihan warna klasik, yaitu warna coklat, hitam, dan putih. Motifnya terinspirasi keadaan lingkungan sekitar seperti tumbuh-tumbuhan dan binatang. Batik Cilacap juga mempunyai motif kontemporer khas Cilacap, diantaranya adalah buah jeruk, buah growok, dan sungai serayu.

Pusat Batik Subama yang beralamat di Jalan Betet RT 3 RW 8 Bajing Kulon, Kroya, Cilacap mendapat kesempatan untuk mempromosikan produk batiknya. Motif yang tersaji pada Batik Subama diantaranya, Ngasem, Srandil, Kembang Wijaya Kusuma, Tumbuhan Mangrove, Aneka sayuran seperti Bayam Pete.Kobis, dan Biota laut. Selain itu juga motif tumbuhan dan habitat yang terdapat di Pulau Nusakambangan.

Sang pemilik Batik Subama, Lauchul Munir (47) sengaja mengangkat local wisdom (identitas lokal) yang terdapat di sekitarnya. Ia melihat adanya potensi untuk dijadikan motif batiknya. Ia bersyukur atas inisiatif Pemkab Cilacap untuk menyertakan produk batiknya dalam kemasan tari yang diracik Waryanti dari Padepokan Seni Tari Giyan Lakshita. Ia berharap produknya semakin dikenal luas.

“Jangan ada lagi produk batik Cilacap namun pesannya dari luar daerah,” pintanya sebagaimana dikutip media lokal.

(Teks : Sapto Adiwiloso. FOTO:BONIS/WILS

BACA JUGA :  LENGGANG GUARDIAN ANGEL DARI NINA NUGROHO JELAJAH PANGGUNG FASHION AKHIR TAHUN 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *