KNOWLEDGE

BUTUH MINDSET PEMASARAN DAN ADDITIONAL BENEFIT MERAIH PELUANG RESTO SIAP SAJI DI ERA 4.0

Jakarta, ARSNEWSY-
Kuatnya persaingan usaha restoran siap saji yang mayoritas berada di wilayah-wilayah padat penduduk, sesungguhnya hampir tidak ada yang benar benar siap dengan metode pemasaran modern agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan di era digital atau di era masyarakat industry 4.0, misalnya dengan melakukan activation dengan media maupun konsumen mereka sendiri. Sebuah pekerjaan rumah yang cukup besar apabila para pelaku bisnis di bidang ini belum mulai merubah mindset metode pemasaran mereka.
Padahal berdasarkan survei MasterCard bertajuk Consumer Purchasing Priorities hampir 80% orang Indonesia lebih memilih restoran siap saji untuk memanjakan isi perut mereka, diikuti oleh 61% orang memilih Pusat Jajanan, dan 22% orang lainnya yang memilih restoran dan kafe kelas menengah. Sedangkan 1 % nya pada restoran jamuan makan resmi.
Sementara disisi lain, maraknya bisnis UKM kuliner yang menjamur beberapa dasawarsa terakhir meminati Ayam Goreng Siap Saji dalam menunya. Karena  Ayam Goreng sangat dikenal luas di masyarakat sebagai salah satu menu yang dapat diterima oleh berbagai kalangan, baik menengah atas maupun bawah. Oleh karenanya Ayam Goreng Siap Saji masih menjadi andalan dan memiliki masa depan yang cukup baik di Indonesia, terlebih untuk segmen menengah bawah. Bahkan berbagai menu berbau Western pun belakangan turut disajikan demi memenangkan persaingan bisnis.
Seperti d’Besto, yang menjelma sebagai salah satu resto siap saji dengan gerai yang tersebar luas di berbagai wilayah, terutama di Jakarta Selatan, yang hadir dengan menu menu favourite nya seperti Spaghetti, Burger sampai dengan Ayam Goreng Saus Pedasnya. Begitu pula, Let’s Go Chicken yang tampil agresif dengan ciri khas outlet berbentuk Container (peti kemas) juga dengan menu-menu andalan yang tak kalah menariknya.
Dengan kondisi seperti ini, bukan tidak mungkin pemain-pemain lama di bisnis kuliner siap saji akan tergerus oleh inovasi dan kreativitad para pemain baru yang lebih siap dengan tuntutan konsumen milenial di era digital 4.0  yang bisa selalu menghadirkan activation dan engagement menarik sebagai bagian dari additional benefit mereka. Karena bukan rahasia lagi bahwa konsumen kuliner saat ini tidak hanya mendasarkan penilaian mereka pada rasa dan menu semata tapi juga pada additional benefit atau keuntungan tambahan apa yang bisa mereka dapatkan.
(YAP; foto ist
BACA JUGA :  THE MOST ADMIRED AWARDS 2019 CARA DAMAI PUTRA MENGAPRESIASI STAKEHOLDER DAN VIP CUSTOMER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *